Kesendirian ku Kepada Allah SWT

teamwork1Kebersamaan kami dalam jalan kebaikan terus menghiasi hari-hari kami. Kami bersama dalam menyusun, bergerak, merealisasikan tujuan dakwah, mengevaluasi dan melakukan perbaikan. lingkungan kami pun dihiasi dengan amalan-amalan terbaik dan ibadah kepadanya. Dalam kebersamaan dan keseringan interaksi ini, ternyata kami mendapatkan pelajaran lain, bahwa ketersembunyian terkadang tetap diperlukan. Ketersendirian dalam beramal sholeh tidak boleh di abaikan karena kerikatan yang terus menerus bisa saja menghamparkan jebakan-jebakan bisa menodai kebersamaan itu.

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah mengatakan bahwa berkumpulnya orang-orang beriman tetap menyimpan mara bahaya yang harus diwaspadai. Pertama, tatkala dalam perkumpulan itu, saling menghiasi dan membenarkan. Kedua, ketika dalam perkumpulan itu, pembicaraan dan pergaulan antar mereka melebihi kebutuhan. Ketiga, ketika pertemuan mereka menjadi keinginan syahwat dan kebiasaan yang justru menghalangi mereka dari tujuan yang diinginkan (Al Fawa-id 60)

kebersamaan dalam kebaikan ini penting dan sangat kita butuhkan karena dakwah itu membutuhkan jamaah. dakwah yang sendiri-sendiri itu akan mudah untuk dipatahkan dan jatuh. kebersamaan dalam dakwah dimulai dari kesatuan aqidah islam, pemahaman tentang pentingnya bergerak bersama dll. Hanya saja terkadang Niat yang dari awal telah kita miliki menjadi terbelokkan karena syahwat atau karena tujuan individu kita sendiri dll. inilah yang mesti kita hindari.  inilah yang mesti kita evalusi. kita membutuhkan waktu untuk bermuhasabah kepada Allah swt mengintrospeksi diri kita.

Miliki lah salah satu amalan yang hanya engkau dan allah swt yang tau dan lakukan itu dengan istiqamah. ini mungkin perkataan yang sering kita dengarkan. Seorang muslim membutuhkan waktu menyendiri bermuhasabah dengan allah swt, mengevalusi setiap amal dan perbuatan nya. hingga kesalahan dan penyimpangan senantiasa dikurangi. Seorang dai itu membutuhkan waktu untuk istirahat dari hiruk pikuk dunia dan sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang sangat tepat untuk kita menyendiri memperbaiki niat dan ikhtiar kita. berdua dengan allah swt.

Ketika Air wudhu membasahi hingga ke relung hati ini

Dikeheningan malam, ku bersimpuh bersujud di kepada mu

Memohon petunjuk dan maaf pada mu

Hingga kenikmatan dunia seketika itu sirna tergantikan dengan Ketakutan akan murka dan neraka mu

Akhirat yang kekal abadi seakan-akan terlihat jelas di hadapan ku

Akan kah dengan ibadah dan amalan ku ini

Menjadikan aku pantas mendapat rahmat dan karunia mu

semoga kita senantiasa dijaga dalam hidayah allah swt..

by Heru Anggara

Begini lah dakwah mengajarkan kami (Muh Lili Nur Aulia)

About herumu512

Hamba Allah swt, Pengembara, Pencari dan Pengajar Ilmu

Posted on February 19, 2013, in Motivasi, Religion and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: