Menyusuri sisi lain Danau Gunung Tujuh Kerinci Jambi

SyntekExifImageTitle

Sudah Hampir 6  tahun telah berlalu, tepat nya 16-17 agustus tahun 2007 yang silam. 6 orang remaja yang ketika itu rata-rata masih berumur 17 tahun (kelas 2 sma). Mereka menamakan diri mereka galaksi boy. kelompok ini akan memulai perjalanan bersama untuk menikmati keindahan alam dari sang pencipta. mereka akan mengunjungi salah satu keajaiban dunia “Danau Gunung Tujuh”

Perjalanan pun dimulai dari kota sungai penuh dengan menaiki angkutan umum menuju pelompek. perjalanan ini yang memakan waktu 1,5-2 jam ini cukup melelahkan melihat kondisi jalan yang berkelok-kelok dan menempuh hampir 50 km dari pusat kota sungai penuh. Sesampainya di desa Pelompek, kami diharuskan untuk menaiki ojek agar bisa sampai di pos jagawana. Mulai dari pos inilah kami akan memulai berjalan kaki.

SyntekExifImageTitle

alhamdulillah sampai di desa pelompek

Perjalanan sungguh sangat menantang bagi sekelompok anak remaja yang baru pertama melakukan pendakian. Sepanjang perjalanan kami disuguhi dengan kondisi alam yang masih asri, masih terlindungi dengan baik. Burung-burung saling sahut-menyahut manerima kedatangan kami di wilayah mereka, begitu juga dengan beberapa monyet dan hewan yang lain, sepertinya mereka sangat senang dengan kedatangan kami (mungkin karena kami bawa makanan lebih kali ya..?). Baru 2 jam perjalanan ternyata tidak sedikit yang mulai keletihan..berhenti lagi–berhenti lagi..

SyntekExifImageTitle

Capek euy….

Tempat ini menjadi lokasi yang terbilang cocok bagi liburan keluarga. Tidak jarang kita akan menemukan banyak tenda-tenda selama perjalanan.  Mungkin karena terlalu sering istirahat, perbekalan pun semakin berkurang air mulai menipis, dan makanan tinggal sedikit (tenang..klu dah nyampe air dan makanan melimpah lho..kan di hutan hahaha survival) perjalanan pun dilanjutkan. perjalanan yang masih sekitar 2 jam lagi siap kami tantang dengan sisa-sisa tenaga yang dimiliki.

Alhamdulillah kami pun akhirnya sampai dilokasi. keletihan selama perjalanan terbayar sudah dengan keindahan yang dimiliki. kesulitan yang dialami selama perjalanan seketika itu hilang sirna dengan pemandangan yang luar biasa insahnya subhanalloh maha besar Allah swt yang telah menciptakan keindahan ini.

SyntekExifImageTitle

Subhanalloh

SyntekExifImageTitle

Sesampainya dilokasi kami pun bersiap-siap berkemah mendirikan tempat untuk bermalam. semua perbekalan pun dikeluarkan. menikmati keindahan danau bersama sahabat dengan suguhan kopi hangat dan mie rebus (mie rebus nya tumpah euy hahaha )semakin menambah indahnya suasana kala itu. suara-suara emas pun bermunculan dari ke enam orang ini. lagu-lagu demi lagu mengalir indah  menemani sore hari kala itu.

SyntekExifImageTitle

SyntekExifImageTitle

Suara- suara aneh pun mulai bermunculan yang menandakan sebentar lagi matahari akan terbenam dan akan digantikan dengan Bulan yang tak kalah indahnya. kami pun bersiap-siap ke hutan mencari kayu bakar untuk malam hari nya. malam pun datang. Api, kopi hangat dan mie sudah siap menemani malam hari nya. Obrolan pun dibuka, mulai dari impian dan cita-cita ke depan nya (maaf di tidak di ceritakan..ntar kepanjangan lagi ya hahaha)..Pada malam harinya sekitar jam 2 atau jam 3. teman saya ada yang mendengar ada suara yang samar-samar berasal dari tengah danau..(APA ITU..?) hahaha..esokan hari nya ternyata menjadi lelucon bagi kita berenam..(apa pun suara itu tidak jadi masalah..)

Udara yang sejuk dengan hembusan angin yang tenang membawa kita menerawang ke angkasa. Matahari yang masih malu menampakkan dirinya di sela-sela gunung yang menjulang tinggi dan ditemani oleh aair yang sangat dingin dan sejuk. Ya Allah sungguh besar karunia mu. maka Nikmat tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan..mungkin itu yang pantas untuk orang-orang yang semakin jauh dari ridhonya..

 SyntekExifImageTitle

Disaat sibuk menikmati suasana pagi hari. Seorang lelaki datang menghampiri kita dan menawarkan jasa perahu kecil untuk berkeliling menyusuri danau( biaya nya ana lupa..afwan ya..). dan alhamdulillah ternyata bisa merasakan dan menikmati sisi lain dari danau gunung tujuh ini. dan tidak semua dari kita yang berani untuk naik keperahu. mungkin karena melihat kondisi yang belum bisa berenang dan air yang begitu menyeram kan haha..

akhirnya matahari pun meninggi..kami bersiap-siap untuk turun. tidak ingin meninggalkan ini semua tapi kami yakin kami punya impian dan cita-cita yang mesti di gapai. Selamat tinggal danau gunung tujuh..

Perjalanan turun tidak sesulit ketika pendakian. ketika diperjalanan turun kami bertemu dengan seekor gajah. Allah swt masih ingin menunjukan kuasanya. kami pun tidak lupa mengabadikan momentum ini..

SyntekExifImageTitle

Semoga perjalanan ini membawa keberkahan disisi nya..dan menjadi memori indah dan mendapat tempat terindah di hati kita semua..

Berbicara tentang Gunung tujuh

Danau Gunung Tujuh terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Ayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Danau ini tercatat sebagai gunung tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggiannya yang mencapai 1.950 meter dari permukaan laut.

Wisata alam ini terbentuk karena peritiwa meletusnya Gunung Tujuh. Akibat peristiwa alam tersebut mengakibatkan terbentuknya sebuah kawah yang lambat laun terisi oleh air hujan. Setelah kejadian ini barulah bekas letusan dinamakan sebagai Danau Gunung Tujuh.

Keindahan alam dikawasan ini masih sangat asri. Udara di tempat ini bisa membuat wisatawan betah berlama-lama. Suasana yang disuguhkan juga sangat nyaman dan tentram. Di beberapa spot sekitar danau terdapat hamparan pasir seperti pantai. Biasanya para wisatawan membangun kemah di tempat ini untuk menunggu matahari terbit. Saat sunrise, wisatawan bisa melihat danau dengan paras yang elok.

Keindahan danau ini semakin bertambah dengan adanya tujuh gunung yang mengelilinginya. Ketujuh gunung tersebut, meliputi Gunung Hulu Tebo, Gunung Hulu Sangir, Gunung Madura Besi, Gunung Lumut, Gunung Selasih, Gunung Jar Panggang, dan Gunung Tujuh. Selain itu, air di danau ini juga menjadi sumber mata air yang berasal dari Air Terjun Gunung Tujuh, Air Terjun Terjun Telun Berasap, dan Sungai Batang Sangir.

 

Tulisan ini aku persembahkan Untuk mu saudara ku Benny OY, Eko Purna P, Andre, Evin JP, Febriyan, Adhitya dan Roza.

About herumu512

Hamba Allah swt, Pengembara, Pencari dan Pengajar Ilmu

Posted on February 10, 2013, in Travelling and tagged . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Subhanallah, luar biasa…. Semangat, Perjuangkan, dan Menyejarahlah…!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: