Organogenesis

Pendahuluan

Kultur jaringan tanaman merupakan teknik menumbuh kembangkan bagian tanaman, baik berupa sel, jaringan atau organ tanaman dalam kondisi aseptis secara invitro. Ciri teknik ini adalah kondisi kultur yang aseptis, penggunaan media kultur buatan dengan kandungan nutrisi yang lengkap, dan kondisi lingkungan yang sesuai (Pierick 1987).

Organogenasis merupakan contoh dari aplikasi kultur jaringan. Organogenesis merupakan proses yang menginduksi pembentukan sel, jaringan atau kalus menjadi tunas dan tanaman sempurna. Proses ini diawali oleh hormon pertumbuhan( Kartha 1991). Zat pengatur tumbuh berbeda yang diberikan pada media kultur dapat memberikan pengaruh yang juga berbeda pada eksplan yang ditanam. Organogenesis tejadi dipacu oleh adanya komponen-komponen seperti medium, komponen endogen selama eksplan mulai dikultur. Organogenesis ini bisa ditumbuhkan dari biji, daun atau bagian tanaman lain yang akan tumbuh menjadi tanaman sempurna (Syara 2006).

Semangka merupakan tanaman merambat yang masih berkerabatan dengan labu-labuan. Semangka ini termasuk dari kelas magnoliopsida. Semangka ini biasa dikonsumsi dalam bentuk buah dengan jumlah biji yang sangat banyak. Kemajuan bioteknologi menyababkan semakin sulitnya mendapatkan semangka yang memiliki biji (Pierick 1987).

Tujuan

Mengetahui teknik kultur  jaringan organogenesis pada tanaman semangka dengan metode tidak langsung.

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan adalah botol 100ml, LAFC, bunsen, scalpet, pinset, cawan petri. Bahan yang digunakan adalah daun kotiledon semangka, medium MS, plastik warp, plastik biasa, kret, alkohol.

Metode percobaan

Daun kotiledon semangka dipotong dari dalam botol media tempat tumbuhnya dengan scalpel, kemudian diletakkan dicawan petri. Daun tersebut dipotong didalam LAFC menjadi 3 bagian dan dilakukan secara aseptik. Daun tersebut dimasukkan kedalam botol yang berisi medium MS secara aseptik di dalam laminar Air Flow Cabinet. Segel dengan plastik warp, plastik biasa dan karet.

Pembahasan

Organogenesis merupakan proses terbentuknya organ seperti tunas, akar, baik secara langsung atau secara tidak langsung melalui pembentukan kalus ataupun tidak. Sifat kompeten, dediferensiasi dan determinasi sel atau jaringan sangat penting agar tejadi organogenesis pada eksplan. Suatu sel dikatakn kompeten jika sel atau jaringan tersebut mampu memberikan tanggapan terhadap signal lingkungan atau signal hormon. Membentuk eksplan yang kompeten dapat dilakukan dengan memberikan perlakuan zat pengatur tumbuh yang cocok atau disebut dengan induksi ZPT (Syara. 2006).

Pemberian zat pengatur tumbuh dapat dilakukan dengan penambahan dalam medium tumbuh yang digunakan. Medium kultur dapat berupa cair maupun padatan, medium padatan diberikan dengan penambahan pemadat, seperti agar-agar atau gelrite. Zat pengatur tumbuh yang digunakan biasanya berupa auksin, sitokinin maupun campuran antara keduanya dalam kondisi yang diinginkan. Auksin digunakan untuk merangsang pembentukan akar pada tunas. Sitokinin dapat merangsang pembentukan tunas tajuk. Kondisi tanaman yang diinginkan dapat dipenuhi dengan mengatur jumlah konsentrasi auksin dan sitokinin yang diinginkan (Syara. 2006).

Respon organogenesis eksplan secara invitro terjadi dengan dua cara yang berbeda yaitu secara langsung dan tidak langsung. Organogenesis secara langsung ditunjukkan dengan munculnya organ secara  langsung dari potongan tanaman utuh tanpa melalui terbentuknya kalus. Organogenesis secara tidak langsung, yaitu terjadi melalui terbentuknya kalus terlebih dahulu, kemudian kalus berdiferensiasi membentuk organ yang spesifik (George 1993).

Percobaan dilakukan dengan menumbuhkan bagian tanaman semangka yaitu kotiledon daun dengan menumbuhkan nya pada medium MS. Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan organogenesis secara tidak langsung, yaitu melalui pembentukan kalus terlebih dahulu. Organogenesis membentuk bagian-bagian yang spesifik. Hasil pengamatan diperoleh bahwa tanaman berhasil tumbuh pada media MS yang digunakan ditandai dengan adanya kalus yang terbentuk. Kalus sudah terbentuk pada 1 minggu pertama pengamatan.

Kesimpulan

Organogenesis pada tanaman semangka dilakukan dengan cara tidak langsung yaitu melalui pembentukan kalus. kalus kemudian membentuk bagian tanaman yang spesifik yang lain membentuk tanaman yang utuh.

Daftar pustaka

George. 1993. Plant Proparation by Tissue Culture, Part 1, 2nd Edition. Exegetic Limited : England.

Kartha. 1991. Organogenesis dan embriogenesis, hal 14-21. dalam L.R Wetter dan F. Constabel(Eds). Metode Kultur Jaringan Tanaman. Penerbit ITB Bandung. Bandung.

Pierick. 1987. In vitro culture of higher plant. Martinus Nijhoff Publisher. Netherlands.344p.

Syara. 2006. Penggunaan IAA dan BAP untuk menstimulasi organogenesis tanaman dalam kultur in vitro. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

About herumu512

Hamba Allah swt, Pengembara, Pencari dan Pengajar Ilmu

Posted on February 9, 2013, in Science. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: