Cinta karena Allah SWT

GambarDan ku mulai tulisan ini dengan mengutip perkataan dari kahlil Gibran

Cinta Berjalan di hadapan kita dengan mengenakan gaun kelembutan tetapi sebagian kita lari darinya dalam ketakutan atau bersembunyi dalam kegelapan dan sebagian yang lain mengikutinya untuk melakukan kejahatan atas nama cinta

Layla majnun, kisah ini mungkin tidak asing lagi ditelinga kita semua, sebuah kisah cinta yang sangat mendalam penuh arti. Kisah seorang pemuda yang begitu mencintai seorang wanita yang bernama Layla. Kisah pemuda ini bahkan sudah menginspirasi banyak penulis untuk membuat kisah yang tidak jauh berbeda dengan kisah Layla-Majnun. Akan tetapi kalau kita lihat lebih mendetail kita akan menemukan bagaimana seorang pemuda yang salah dalam memahami hakikat cinta yang sebenarnya. Pemuda ini terlalu berlebihan dalam memahami cinta nya kepada seorang wanita, hingga ia terjerumus pada suatu lubang yang akhirnya menghancurkan dirinya sendiri “Gilalova” Gila karena Cinta.

Seorang pemuda yang telah terbutakan oleh cinta dan kasih sayang. dia telah kehilangan arah dan cara untuk menyalurkan rasa cinta dan kasih sayang nya kepada seorang wanita pujaan nya. majnun atau Qais mengartikan cinta sebagai sebuah penyakit yang disalurkannya lewat syair-syairnya

Cinta bagaikan Ilham dari langit yang menerobos dada dan bersemayam dalam jiwa

Dan kini kami akan mati karena asmara yang melilit seluruh nurani

katakan lah kepada ku : pemuda mana yang bebas dari penyakit cinta?

Ustadz Salim A Fillah pun menjawab dalam sebuah buku Jalan Cinta para pejuang yang beliau tulis bahwasanya jalan cinta ala Qais dan romeo sungguh tidak cukup dan tidak mendaya untuk menghadapi zaman ini sebagai manusia utuh, mereka yakin ada jalan cinta yang lebih layak di ikuti. Kami bukan lah budak cinta..

Berbicara tentang cinta tidak lebih hal nya membicarakan tentang setengah perjalanan kehidupan. Setiap waktu kita menyaksikan bagaimana cinta itu mengalir dalam sendi-sendi kehidupan kita. Cinta seorang ibu dan ayah kepada anaknya, Cinta antara suami istri, Cinta antar saudara dll. Cinta banyak diartikan sebagai bentuk kasih sayang, perhatian, saling menjaga bahkan ada yang mengartikan sebagai hidup dan mati ku bersama cinta.

Cinta bisa diartikan dengan kasih sayang. Kasih sayang antara dua makhluk dapat diwujudkan dalam bentuk Perhatian, saling mengingat dan menasehati. dalam sebuah buku nya Al Islam Said Hawa menuliskan salah satu hak seorang muslim dengan muslim yang lain adalah mereka saling menasehati diantara mereka dalam hal kebaikan dan keburukan.

Seorang Muslim dan Muslim yang lain adalah saudara. Mereka saling mencintai karena Allah swt. Sepenggal kata ini sering terlintas ditelinga kita ketika kita mendengar ataupun membaca tulisan terkait dengan ukhuwah persaudaraan. Rasululloh saw pernah mengatakan dalam sabda beliau

“Tidak beriman seorang daripada kamu sehingga dia mengasihi saudaranya seperti mana dia mengasihi dirinya sendiri.” (Hadith Riwayat Bukhari)

Seperti kisahnya Salman Al Farisi dengan Abu Darda yang dipersaudarakan oleh allah swt di madinah yaitu kaum anshar dan Muhajirin. Ketika itu Abu Darda hendak melamar seorang wanita sholehah untuk saudaranya Salman, akan tetapi Wanita sholehah itu menolak lamaran salman dan berkata (melalui orang tua nya) “dan jika Abu darda memiliki kewajiban yang sama maka saya akan mengiyakannya. Subhanalloh seketika itu juga Salman berkata aku “berikan semua Mahar yang dipersiapkan sebelumnya untuk Abu Darda dan aku menjadi saksi atas pernikahan kalian” allah hu akbar

kisah diatas menunjukan bagaimana cintanya seorang muslim kepada saudaranya yang insyalloh karena allah swt. kalau kita lihat jauh sebelum Abu Darda dan Salman bertemu mereka bukan lah berasal dari keluarga dekat atau satu daerah tetapi mereka berasal dari daerah yang berbeda. Mereka bahkan tidak pernah bertemu sebelumnya hingga dipersaudarakan oleh allah swt.

Hakikat persaudaraan itu tidak dibatasi oleh ruang waktu ataupun tempat, persaudaraan dilandasi oleh aqidah keislaman keyakinan terhadap Allah swt dan rasulnya. Jika kau Muslim maka kau adalah saudara ku.

Kata-kata yang mudah-mudahan bisa mewakili pesan dari kisah abu darda dan Salman Al Farisi di atas.

Terdapat perbedaan yang sangat mendasar antara kisah Layla Majnun dan kisah Salman Abu darda. Salman dan Abu darda saling mencintai dan itu murni karena Allah swt. mereka saling berkasih sayang karena mereka satu aqidah beriman kepada Allah swt.

 wallahua’lam bisshowab

About herumu512

Hamba Allah swt, Pengembara, Pencari dan Pengajar Ilmu

Posted on February 5, 2013, in Cinta and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: